Sabtu, 13 Agustus 2011

Antara Viking, Bonek, dan The Jakmania

Pendukung Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga Indonesia, Bobotoh  kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti 'Viking', ‘Bomber’, ‘Rebolan’, ‘Jurig Persib’, ‘Casper’ dan ‘Persib-1337’. Viking merupakan organisasi Bobotoh dengan jumlah anggota terbanyak dan tersebar di penjuru Jawa Barat, Banten, Kalimantan, dan daerah-daerah lain di Indonesia. Adapun Bomber sekarang sudah bergabung dan menjadi salah satu bagian dari Viking dengan nama "Viking The Bomberman".

Viking memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania atau The Jak. Sudah banyak peristiwa maupun insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali meminta Viking dan The Jak untuk berdamai. Namun, sama sekali tak ada titik terang untuk mendamaikan mereka. Hingga kini, Viking seringkali menyanyikan lagu-lagu rasis untuk menghujat tim yang mereka benci setiap kali mereka menyaksikan klub kebanggaan mereka bertanding, walaupun Persib dan Persija tidak sedang saling bertarung dalam satu pertandingan. Pada saat Persib dan Persija bertemu, biasanya pihak Polda Metro Jaya (bila pertandingan akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno) dan pihak Polwiltabes Bandung (bila pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau di Stadion Si Jalak Harupat) akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan izin pertandingan tersebut karena begitu besarnya potensi terjadinya kerusuhan antara suporter kedua tim.

Jakmania terhitung bukan kelompok suporter yang memiliki akar tradisi yang kuat. Di masa kompetisi Perserikatan, Persija dan tim-tim ibukota lainnya nyaris minim pendukung fanatik walaupun prestasinya baik, warga ibukota malah lebih memilih tim-tim luar seperti Persib, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, ataupun PSM Makassar sebagai idola. Sejak kompetisi Galatama dan Perserikatan dilebur, suporter fanatik Persija mulai terbentuk dan lambat laun jumlahnya semakin banyak meskipun belum dapat menandingi Bobotoh serta Bonek, pendukung Persebaya. Tapi yang kemudian terjadi, entah mengapa seolah The Jak ‘memilih’ para Bobotoh menjadi musuh bebuyutan hingga saat ini. Sementara Bonek yang sebelumnya dikenal sebagai suporter paling brutal di Indonesia, seakan menjalin persahabatan yang tidak resmi dengan para Bobotoh, dan mereka kompak 'memerangi' The Jakmania.

Semoga tindakan-tindakan holiganism seperti ini tidak terjadi berkepanjangan di bumi Nusantara. Fanatisme daerah tak harus diaktualisasikan secara radikal dan anarkis. Sudah terlalu banyak kerusakan infrastruktur serta kerugian harta dan jiwa dari hasil tindakan yang hanya menggunakan nafsu sesaat. Dukunglah tim kesayangan masing-masing dengan semangat bergelora tanpa saling menghina dan kehilangan kesantunan! Bersatulah biru, hijau, oranye, dan warna-warna lainnya untuk memompa semangat seluruh tim demi cita-cita bersama menjadikan Sepak bola Indonesia Menuju Pentas Dunia!

1 komentar:

numpang lapak gan.. kalo mao banyak yang damai banyakin anggotanya masuk sini aja http://www.facebook.com/groups/265945806845947/

Posting Komentar

Komentari walau dengan sedikit kata. Jika ingin menambahkan icon smiley, ketik karakter seperti yang tertera di samping kanan icon yang mewakili perasaan anda.

Artikel Popular

Arsip

detikcom

Peringkat Alexa