Minggu, 08 Mei 2011

Daftar Komposer Produktif dan Pencetak Hits (Posisi 21-28)

Indonesia memiliki banyak seniman di bidang musik yang handal, dari 1960 hingga sekarang silih berganti para komposer (pencipta/penggubah lagu) mewarnai perjalanan musik kita dari masa ke masa. Meski popularitas mereka biasanya tergusur oleh para biduan yang menyanyikan lagu-lagu mereka, akan tetapi sebenarnya merekalah yang menciptakan trend musik di setiap dekade.
 
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka, arasadeta menyajikan daftar para komposer yang memiliki produktivitas tinggi dengan karya berkategori hitsmaker dan dibawakan oleh beberapa penyanyi berbeda. Urutan peringkat bukan berdasarkan kualitas, namun berdasarkan popularitas lagu-lagu yang banyak menjadi hits pada kurun waktu tertentu. Mungkin ada beberapa nama yang saat ini terlupakan karena sudah tidak aktif lagi di blantika musik tanah air.

28. Wahyu OS atau Wahyu Otong Sanjaya dikenal luas setelah lagu ciptaanya berjudul “Senandung Do’a” menjadi hits besar lewat lantunan Nur’afni Octavia.di tahun 1984. Kesuksesan itu disusul dengan menelurkan karya-karya yang serupa tapi tak sama. Diantaranya lewat nyanyian mendayu Cynthia Maramis dalam “Satukan Dia dan Aku” (1986). Ia pun terbilang mencatat sukses sebagai penyanyi lewat lagu “Ingin Memiliki” (1985) berduet dengan Dian Piesesha, dan juga rilis ulang lagu “Senandung Do’a” (1985) dengan aransemen musik yang tergarap lebih baik.

27. Ahmad Dhani adalah sosok yang sangat kontroversial dan penuh sensasi. Di balik tabiatnya yang terbilang sangat ‘menjengkelkan’ ini ia pun terkenal sebagai komposer handal yang mampu menciptakan banyak lagu hits serta pandai menemukan bakat penyanyi baru. Ia pun sukses mengangkat grup band-nya Dewa 19 yang kemudian berubah menjadi Dewa, mencapai predikat sebagai band papan atas di Indonesia. Ia pun menjadi produser rekaman yang gemilang dengan manajemen ‘Republik Cinta’-nya. Di bawah naungan manajemen tersebut telah banyak penyanyi yang mencapai kesuksesan berkat karya-karyanya, mulai dari Ratu (sudah bubar), Andra and the Backbone, Dewi Dewi yang berganti menjadi Maha Dewi, dan The Virgin. Penyanyi Agnes Monica pun pernah melantunkan karyanya dalam “Cinta Mati” (2003) berduet dengan dirinya. Lagu "Cinta Mati" ini dibuat berseri, yaitu "Cinta Mati 2" (Mulan Jameela feat. Mytha 'The Virgin'-2010) dan "Cinta Mati 3 (Mulan Jameela-2010). Karya lainnya yang menjadi hits diantaranya "Pertama" (Reza Artamevia-1995), “Mahluk Tuhan Paling Sexy” dan “Wonder Woman” (Mulan Jameela-2008) dan “Dokter Cinta” dan “Begitu Salah Begitu Benar” (Dewi Dewi-2007). Ia pun membidani band The Rock Indonesia yang belakangan berubah nama menjadi T.R.I.A.D.

26. Bebi Romeo sempat menciptakan beberapa hits meski dalam waktu yang tidak terlalu lama. Bermula saat dirinya mencetak lagu “Bunga Terakhir” yang bernuansa lawas, berbeda dari lagu-lagu yang ada pada penghujung era ‘90-an lainnya, waktu itu ia masih tergabung dalam grup band Romeo. Penikmat musik Indonesia sangat menerima baik kehadiran lagu tersebut sehingga meledak di pasaran. Nama Bebi semakin melejit sebagai komposer, namun sebaliknya nama Romeo nyaris pudar di pasaran, hanya lagu “Kenanglah” (2002) yang cukup diterima masyarakat, selebihnya terpuruk. Sementara lewat tangannya, Krisdayanti dan Rita Effendi menuai sukses masing-masing lewat lagu “Mencintaimu” (2000) dan “Selamat Jalan Kekasih” (2000). Rita juga cukup sukses lewat “Lagu Tentang Cinta” (2005) yang apik dinyanyikannya secara duet dengan sang komposer yang bernama lenggkap Virgi Megananda itu. Ari Lasso pun pernah hits berkat lagu ciptaannya (bersama Ahmad Dhani-red) pada tahun 2002 berjudul ”Perbedaan”.

25.  Guruh Soekarno Putra. Meskipun terlahir sebagai putra politisi ulung sekaligus presiden RI, ternyata karir musik yang ia geluti lebih bersinar dibanding karir politiknya. Namanya sering muncul sebagai komposer dalam Festival Lagu Populer yang dulu rutin diselenggarakan dari rentang pertengahan dasawarsa ‘70-an hingga ’80-an. Pendiri sanggar seni Swara Mahardhika ini sempat mencetak prestasi di ajang festival tersebut lewat tembang “Renjana” (1976) yang dinyanyikan oleh Grace Simon. Melalui “Renjana”, ia meraih juara komposisi lagu terbaik. Tidak berhenti sampai disitu, lewat lagu “Kembalikan Baliku” yang disuarakan dengan pas oleh Yopie Latul, ia mewakili Indonesia pada World Populer Song Festival 1987 di Tokyo dan meraih Kawakami Award dan Audience Selections Award, setelah di Festival Lagu Populer 1986 berhasil menyandang kembali predikat komposisi lagu terbaik. Selain itu ia pernah membuat hits semi dangdut yang dipersembahkan untuk Cici Paramida bertajuk “Candu Asmara” yang di 2009 dirilis ulang oleh Marcell. Hits lainnya yang mendapat tempat di hati penggemar musik ialah “’Mahadaya Cinta” milik Krisdayanti dan “Jalan Sore-sore” (Denny Malik-1989). Ia pun mencetak sukses lewat lagu-lagu soundtrack film “Gita Cinta dari SMA” dan sequel-nya “Puspa Indah Taman Hati” melalui suara merdu Chrisye.

24. Ryan Kyoto bersama saudaranya Richard Kyoto dikenal sebagai komposer yang cukup handal di era ‘80an. Karya-karyanya banyak yang menjadi hits besar lewat suara Ermy Kullit, Chrisye, Novia Kolopaking, Ina Rawie, dan lain-lain. Namun, karir Ryan sebenarnya tidak hanya sebagai komposer, karena beberapa kali dia sempat merilis album, selain itu ia juga pernah membentuk kelompok AIRR yang dibentuk bersama Richard Kyoto, Iga Mawarni, dan Annie Ibon. Banyak lagu yang ia ciptakan bernuansa bossanova yang kala itu booming. Hits solonya yang terbesar adalah sebuah lagu pop berjudul “Emosi dan Emosi” yang terdapat di album bertajuk “Nita”. Sedangkan hits yang didendangkan penyanyi lain yang cukup sukses adalah “Pasrah” (Ermy Kullit-1988), “Kembali” (Novia Kolopaking-1992), dan “Untuk Apa” (Ina Rawie-1993).

23. Indra Lesmana adalah musisi jazz yang juga cukup sukses di industri musik komersial. Kolaborasi duetnya dengan Titi DJ sempat menuai keberhasilan terutama lewat lagu “Ekspresi” (1988) dan “Dunia Boleh Tertawa” (1989), demikian pula halnya saat berduet dengan Sophia Latjuba, khususnya pada tembang “Hanya Untukmu” (1992) dan “Tiada Kata” (1994). Bersama Trie Utami dan teman-teman lainnya di kelompok Krakatau, karya ciptaannya juga berhasil menggapai hits pada lagu “Kau Datang” (1988) dan “Lasamba Primadona” (1987). Seakan ingin mengulang sukses duetnya terdahulu, Indra kembali mengeluarkan hits-nya ”Selamat Tinggal” pada tahun 1997, kali ini yang diajak berkolaborasi adalah drummer Gilang Ramadhan yang merupakan soulmate-nya dalam bermusik. Di awal 1990, hits yang berhasil dicetak yaitu “Aku Ingin” (1990) yang ia bawakan sendiri, serta "Aku Rindu" (1994) yang disuarakan Ismi Azis. Di era 2000-an awal ia juga berperan dalam album Andien bertajuk “Kinanti”.

22. Tito Soemarsono mengalami masa keemasan karirnya di era ’80-an sampai pertengahan ’90-an. Sebagai musisi dan komposer, namanya nyaris selalu menghiasi album-album penyanyi yang dirilis di masa itu. Lagu-lagu ciptaannya mampu mengangkat banyak popularitas penyanyi, Ruth Sahanaya, salah satunya. Bahkan lagu “Kaulah Segalanya” ciptaan Tito, membawa Ruth menjadi juara pada Midnight Sun Song Festival di Finlandia di tahun 1992, dengan lirik yang diubah ke dalam bahasa Inggris oleh Tengku Melinda, presenter berita TVRI, judulnya pun menjadi "You'll Always be Mine". Tito juga sanggup mencetak album-album laris yang dinyanyikannya sendiri. “Kamu” (1985), “Untukmu” (1990), “Tuhan Tolonglah” (1991), “Semoga Kau Tahu” (1992) merupakan album-album Tito yang cukup sukses di pasaran. Khusus tembang “Untukmu”, lagu ini demikian booming sampai anak-anak SMP dan SMA di masa itu banyak yang hapal lirik dan iramanya. Anda yang kini berusia sekitar 30-40 tahun tentunya masih ingat bukan?

21. Chossy Pratama mencapai puncak karirnya kala sinetron menjamur di TV swasta. Tidak seperti sekarang dimana sinetron tayang striping dan selalu menggunakan lagu-lagu yang sudah ada sebagai soundtrack-nya. Di pertengahan ’90-an sampai pertengahan 2000-an, sinetron cukup serius menggarap Original Soundtrack dan Chossy kerap dipercaya menggarap proyek ini. Karya-karya ciptaannya mampu mengiringi kesuksesan rating sinetron itu sendiri. Beberapa yang melejit yaitu: “Janjiku” (Paramitha Rusady (OST Janjiku)-1995), “Untukmu Segalanya” (Novia Kolopaking (OST Untukmu Segalanya)-1996), “Tersanjung” (Retno Susanty (OST Tersanjung)-1995), “Takdir” (Dessy Ratnasari (OST Takdir)-1999), “K’edanan” (Bram Moersas (OST Si Buta dari Goa Hantu)-1995), “Si Manis Jembatan Ancol” (Dewi Gita (OST Si Manis Jembatan Ancol)-1993), dan masih banyak lagi. Meski begitu, Chossy juga sempat mencetak kesuksesan lewat lagu bukan soundtrack, diantaranya “Asmara” (1997) dan “Cinta” (1998), keduanya milik Novia Kolopaking, “Sungguh” (Ozy Syahputra-1993), “Penari” (Dewi Gita-1995),dan “Kuakui” (Renee-1995). Chossy pernah tersandung masalah karena lirik lagunya yang menuai protes pada lagu “Takdir” yang di kemudian hari berganti judul menjadi “Kasihku yang Hilang”, beberapa liriknya juga diubah.

0 komentar:

Posting Komentar

Komentari walau dengan sedikit kata. Jika ingin menambahkan icon smiley, ketik karakter seperti yang tertera di samping kanan icon yang mewakili perasaan anda.

Artikel Popular

Arsip

detikcom

Peringkat Alexa